Sunday, May 6, 2012

Cerita Yang Terlambat - Phuket

Cerita ini terjadi sekitar 2 tahun lalu.


Tanggal 17.11.10, aku bangun jam 5.30 pagi dan berencana cabut dari kos jam 6.45. Ternyata, seperti biasa aku membutuhkan waktu lebih lama. Baru selesai semuanya jam 6.55. Tentu saja bus Damri jam 7 sudah tak terkejar. Aku ambilah jam 7.30 ke bandara Soetta. 

Dengan biaya 35.000, naiklah ke bus, tidur sekejap. Eh, ternyata sudah sampai di bandara sangat lebih cepat dari yang aku perkirakan. Jam 8.30 aku sudah menginjakkan kaki di terminal 2D. Jadi kuputuskan makan pagi dengan menu favorit, nasi goreng, sambil menunggu teman seperjalanan, Shirley, sambil deg-degan karena dia hobi ngaret.

Kulambat-lambatkan makan, tetapi Shirley belum muncul juga. 30 menit.... 1 jam.... belum juga dia datang. Duh, hatiku udah misuh-misuh. aku telepon, ga diangkat. Takut juga sih... Tapi jam 9.45 akhirnya dia muncul juga, 15 menit terlambat dari janji. Dia diantar oleh kedua anaknya, Jojo dan Nafta yang agak rewel karena mau ditinggal mamanya jalan-jalan. Selain itu, kami harus menunggu suaminya datang karena dia harus memarkir mobil dulu.

Anyway, fiuuh... untung ga terlambat.

Pesawat tinggal landas jam 11.30 dan sampai di Phuket International Airport jam 14.00 lebih. Lumayan kok airportnya.

Oh ya, di pesawat, ada orang India yang lirik-lirik BuSer. Jadilah bahan pembicaraan untuk kami sepanjang kami bisa membuka mata. hahaha...

Setelah sampai, kami harus ke toilet. mengantre. Amazingly, orang Indo banyak banget, dan mereka MENGANTRI dengan teratur. WOW!!! Tapi ga bisa deh tenang dan lancar kalau ada banyak orang Indo. Tiba-tiba ada tante-tante yang mau main serobot aja. Aku teriak jengkel: "Hey, ngatre dong!"

Setelah insiden kecil di kamar kecil itu, kami jalan di hall way airport. banyak travel agents yang menawarkan paket-paket wisata. karena kami begitu polos, kami terbujuk rayuan seorang mbak-mbak travel, bayar 1200 THB untuk ke Phi Phi Island. Mahal. Di tempat lain bisa dapat 900THB. Yah, apa boleh buat, pemula!

Disana kami panik beli banyak makanan yang banyak diimpport oleh Indonesia. Duh, mak, enak-enak dan murah. Coba aja bayangkan, sate babi gede setusuk cuma 10 THB atau setara dengan Rp 3000. Kami tinggal di Phuket Town dekat dengan china town, dan makanan pinggirannya yang super enak. Buser sampai beli nasi aja, dan sate babi 2 tusuk.



Makanan kemasan juga diborong. Kami banyak belanja makanan yang biasa di bagian impor di supermarket-supermarket Indo, tentu saja dengan harga yang lebih murah. Juga ada barang pernak-pernik dan alat elektronik. Duuh, pokoknya banyak, sampai tas kami beranak-pinak.

Selama disana kami ke banyak tempat keren, ada yang naik kano dan melewati karang-karang cantik, yang akhirnya kami sampai di surga dunia, pemandangannya booo!

Ada yang lumayan ganteng juga, lumayan buat dikecengin. Tapi tempat snorklingnya lebih keren di Pulau Tidung. 





Pantai dan pulau-pulau indah kami kunjungi, juga Bangla Road dan Simon chabaret show. Kami juga coba Thai massage yang unik. Aku pikir akan bisa tidur saat dipijat, di bayanganku adalah pijat kaya di Indo. Hmm, ternyata, badanku ditekuk sana-sini, plitak-pletuk. Awww! Tapi sesudahnya badan terasa enak juga sih. Kami juga naik taksi Tahiland, Tuk-tuk, facial di salon mall, beli topi pantai. Pokoknya belanja dan jalan-jalan dengan puas!

Mau nih, ke Thailand lagi. Nabung...!

No comments:

Post a Comment